Article Detail
Serunya Petualangan Sehari Menjadi Koki Kecil
Suasana
galeri yang ramai namun penuh keceriaan menyelimuti SD Santo CarolusĀ pada hari Rabu, 10 Desember 2025. Siswa dari
kelas 5 dan kelas 6 tampak antusias mengikuti kegiatan cooking class
(kelas memasak) yang diselenggarakan sebagai bagian dari program edukasi
kolaboratif antara sekolah dan FKKSKM . Kegiatan ini bukan hanya sekadar
memasak, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran praktis yang menyenangkan,
mengajarkan keterampilan hidup, serta mendorong kerja sama tim di antara para
siswa.
Menu
yang dipilih untuk kegiatan kali ini adalah hidangan yang disukai banyak anak,
yaitu Potato Cheese Ball (Bola-bola Kentang Keju). Pemilihan menu ini dianggap
ideal karena proses pembuatannya melibatkan beberapa teknik dasar memasak,
mulai dari persiapan bahan hingga proses penggorengan, yang aman dan mudah
diikuti oleh siswa sekolah dasar.
Para
siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, di mana setiap kelompok bertugas
menyelesaikan tahapan pembuatan secara mandiri di bawah bimbingan guru dan
anggota FKKSKM. Bahan-bahan utama telah disiapkan, meliputi kentang rebus yang
sudah ditumbuk halus, keju cheddar, tepung maizena, tepung roti, telur
ayam, serta bumbu penyedap seperti merica bubuk dan kaldu bubuk.
Peralatan
yang tersedia di setiap kelompok juga telah disiapkan dengan matang untuk
memastikan kelancaran proses memasak. Setiap kelompok dilengkapi dengan kompor
dan wajan untuk menggoreng, sotil dan serok, baskom besar untuk mencampur
adonan, pisau dan telenan untuk memotong keju, parutan keju, serta piring dan sendok
untuk penyajian.
Proses
dimulai dari pencampuran kentang tumbuk, keju parut, maizena, dan bumbu. Para
siswa tampak serius namun gembira saat mengolah adonan hingga kalis. Tahap yang
paling dinanti adalah saat mereka membentuk adonan menjadi bola-bola, kemudian
membalurnya dengan telur dan tepung roti. Momen ini menjadi kesempatan bagi
siswa untuk melatih keterampilan motorik halus dan kreativitas mereka.
"Saya
senang sekali bisa ikut cooking class ini. Ternyata membuat potato
cheese ball itu seru dan tidak terlalu sulit. Kami juga belajar cara
memarut keju dengan hati-hati dan bagaimana api kompor bekerja," ujar
Maria salah satu perwakilan siswa Kelas 6, dengan wajah bersemangat.
Ibu
Gogma, perwakilan dari FKKSKM, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk
memberikan pengalaman belajar yang holistik. "Kami percaya bahwa
keterampilan memasak adalah salah satu life skill penting. Selain itu,
kegiatan berkelompok ini juga menanamkan nilai-nilai kerja sama, tanggung
jawab, dan kebersihan," jelasnya.
Wakil
Kepala Sekolah bidang kesiswaan SD Santo Carolus, Ibu Christina Sudarmi,
menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama FKKSKM dan sekolah.
"Kegiatan ini sukses besar. Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari
siswa. Mereka tidak hanya belajar cara memasak, tetapi juga mempraktikkan
pengetahuan matematika dan sains secara tidak langsung, misalnya dalam menakar
bahan dan memahami perubahan tekstur adonan saat dimasak. Kami berharap
kegiatan edukatif semacam ini dapat terus berlanjut di masa mendatang karena
sangat mendukung pembelajaran berbasis proyek," imbuhnya.
Setelah
semua bola-bola keju kentang selesai digoreng hingga kuning keemasan, hasil
karya setiap kelompok disajikan dan dinikmati bersama. Senyum bangga terpancar
di wajah para siswa, menjadi penutup manis dari pengalaman belajar yang berbeda
dan berkesan ini. Ternyata proses belajar dapat dikemas dalam bentuk kegiatan
yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, berkat sinergi yang
kuat antara sekolah dan orang tua murid.
Penulis : Rina Listyandari
-
there are no comments yet
